Rukun Islam (BAG 1)

Berkata Syaikh Ibnu Baz:

Penjelasan tentang lima rukun Islam.
Yang pertama dan merupakan rukun
yang paling agung, yaitu syahadat
(persaksian) bahwa tidak ada ilah
selain Allah dan Muhammad adalah
Rasul Allah. Diikuti dengan penjelasan
makna dan syarat-syarat
Laailahaillallah.
Makna Laailaha (tiada ilah):
meniadakan semua yang disembah
selain Allah, ilallah (kecuali Allah):
menetapkan ibadah hanya untuk Allah
satu-satu-Nya tiada sekutu bagi-Nya.
Syarat Laailahaillallah ialah: ilmu
yang menghilangkan kebodohan,
keyakinan yang menghilangkan
keraguan, ikhlas yang menghilangkan
syirik, kejujuran yang menghilangkan
kebohongan, cinta yang
menghilangkan kebencian, ketaatan
yang menafikan pembangkangan,
menerima yang menafikan penolakan,
serta mengingkari apa yang disembah
selain Allah.
Semua syarat di atas terkumpul dalam
dua bait berikut:
“Ilmu, yakin, ikhlas, kejujuran,
Bersama cinta, taat, dan menerima.
Ditambah untuk yang kedelapan
dengan pengingkaranmu terhadap
sesuatu yang bukan ilah dan telah
dipertuhankan.”
Beserta penjelasan tentang syahadat
(persaksian) bahwa Muhammad
adalah Rasul Allah. Tuntutannya ialah
membenarkan apa yang Beliau
kabarkan, menaati apa yang beliau
perintahkan, manjauhi apa yang
beliau larang, dan tidak menyembah
Allah kecuali dengan syarat (ajaran)
Allah dan Rasul-Nya.
Lalu penjelasan bagi penuntut ilmu
tentang rukun-rukun yang lain dari
lima rukun tadi, yaitu: shalat, zakat,
puasa di bulan Ramadhan dan berhaji
ke baitil-haram bagi yang mampu
melakukannya}.
Mengenal Islam
Al-Islam berarti penyerahan diri
kepada Allah dengan bertauhid, tunduk
dengan melakukan ketaatan, dan
melepaskan diri dari syirik dan kaum
musyrikin. Dulu syirik merupakan
akidah bangsa Arab sebelum tampak
dakwah Nabi Muhammad. Imam
Bukhary meriwayatkan dari Abu Raji’
Al-Aththaridy, ia berkata: “Dulu kami
menyembah batu, maka jika kami
mendapatkan batu yang lebih baik
dari yang sebelumnya, kami
membuang yang lalu dan mengambil
yang baru itu, sedangkan jika kami
tidak mendapatkan batu maka kami
mengumpilkan gumpalan tanah lalu
kami mengambil seekor kambing yang
kami perah susunya untuk tanah itu
kemudian kami melakukan tawaf
padanya.”
Adapun keadaan ummat (bangsa) lain
secara umum sebelum tampak dakwah
Nabi, maka Al-Quran telah
menjelaskannya di dalam banyak ayat,
di antaranya:
Firman Allah:
ﻭَﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻀُﺮُّﻫُﻢْ
ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻨﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻭَﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻫَٰﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷُﻔَﻌَﺎﺅُﻧَﺎ
ﻋِﻨﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ
“Dan mereka menyembah selain Allah
apa yang tidak memudhoratkan dan
tidak pula memberikan mereka
manfaat, serta mereka berkata:
‘Merekalah (berhala-berhala) para
pemberi syafa’at bagi kami di sisi
Allah’.” (QS. Yunus: 18)
Dan firman Allah:
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﺨَﺬُﻭﺍ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻣَﺎ
ﻧَﻌْﺒُﺪُﻫُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴُﻘَﺮِّﺑُﻮﻧَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺯُﻟْﻔَﻰٰ
“Dan orang-orang yang mengambil
selain Allah sebagai perlindungan,
(mereka berkata:) ‘Kami tidak
menyembah mereka selain agar
mereka mendekatkan kami kepada
Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (QS.
Az-Zumar:3)
Dan firman Allah:
ﺇِﻧَّﺎ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ
ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ , ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻓَﻌَﻠُﻮﺍ ﻓَﺎﺣِﺸَﺔً ﻗَﺎﻟُﻮﺍ
ﻭَﺟَﺪْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺁﺑَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻣَﺮَﻧَﺎ ﺑِﻬَﺎ ۗ
ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﺄْﻣُﺮُ ﺑِﺎﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ۖ
ﺃَﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
“Sesungguhnya Kami telah
menjadikan setan-setan sebagai
pemimpin-pemimpin bagi orang-orang
yang tidak beriman. Dan apabila
mereka melakukan perbuatan keji
(syirik, tawaf telanjang disekeliling
ka’bah dan sebagainya), mereka
berkata: ‘Kami mendapati nenek
moyang kami mengerjakan yang
demikian itu dan Allah menyuruh kami
melakukannya’. Katakanlah:
‘Sesungguhnya Allah tidak
memerintahkan kekejian, mengapa
kalian mengada-adakan terhadap
Allah apa yang kalian tidak
ketahui?’(QS. Al-A’raf: 27-28)
ﺇِﻧَّﻬُﻢُ ﺍﺗَّﺨَﺬُﻭﺍ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻣِﻦ
ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢ ﻣُّﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ
“Sesungguhnya mereka mengambil
setan-setan sebagai pemimpin selain
Allah dan mereka menyangka
merekalah orang-orang yang
terpetunjuk.” (QS. Al-A’raf: 30)
Dan firman Allah:
ﻭَﺟَﻌَﻠُﻮﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﻣِﻤَّﺎ ﺫَﺭَﺃَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﺮْﺙِ
ﻭَﺍﻟْﺄَﻧْﻌَﺎﻡِ ﻧَﺼِﻴﺒًﺎ ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ ﻫَٰﺬَﺍ ﻟِﻠَّﻪِ
ﺑِﺰَﻋْﻤِﻬِﻢْ ﻭَﻫَٰﺬَﺍ ﻟِﺸُﺮَﻛَﺎﺋِﻨَﺎ ۖ ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ
ﻟِﺸُﺮَﻛَﺎﺋِﻬِﻢْ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺼِﻞُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﻣَﺎ
ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺼِﻞُ ﺇِﻟَﻰٰ ﺷُﺮَﻛَﺎﺋِﻬِﻢْ ۗ
ﺳَﺎﺀَ ﻣَﺎ ﻳَﺤْﻜُﻤُﻮﻥَ
“Dan mereka memperuntukkan bagi
Allah satu bahagian dari tanaman dan
ternak yang diciptakan Allah, lalu
mereka berkata sesuai dengan
persangkaan mereka: ‘Ini untuk Allah
dan ini untuk berhala-berhala kami.’
Lalu sesajian yang diperuntukkan bagi
berhala-berhala mereka tidak sampai
kepada Allah, sedangkan sesajian
yang diperuntukkan bagi Allah sampai
kepada berhala-berhala mereka. Amat
buruklah ketetapan mereka itu.” (QS.
Al-An’am: 136)
Ayat-ayat dengan makna yang sama
sangatlah banyak…..(Insya Allah
Bersambung)
(Di Ambil dari buku Syarah Ad Durusil
Muhimmah li Ammatil Ummah,
Cahaya Tauhid Press)

Sumber: Salafy.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s